Apakah Kamu Cinta INDONESIA?

https://makalahpendidikan.files.wordpress.com

Indonesia

Jika Kamu adalah orang Indonesia yang :

  • Lahir di Indonesia…
  • Besar di Indonesia…
  • Dan CINTA INDONESIA…

Apa yang sudah kamu lakukan untuk Indonesia?Apa kamu tahu? Indonesia yang kita cintai ini seperti apa?

Berikut sekilas informasi mengenai Indonesia :

Iklan

UJIAN NASIONAL (UN) 2010

Ujian nasional disetujui dilaksanakan tahun ini. Fraksi Demokrat, Golkar, PKB, PPP, dan PAN menyetujui bahwa UN dilaksanakan dengan berbagai catatan dan syarat-syarat bahwa perbaikan pelaksanaan dilakukan pada Maret 2010 dan berbagai usulan perbaikan pada pelaksanaan UN 2011.

Ketua Panitia Kerja Ujian Nasional (UN) pada Komisi X DPR Rully Chairul Azwar mengatakan, mayoritas fraksi menyetujui Ujian Nasional dilanjutkan dengan beberapa catatan.

Baca lebih lanjut

Biografi Gus Dur (K.H. Abdurrohman wahid)

Sedikit mengobati rasa rindu saya, saya ingin menulis biografi singkat Gus Dur. Guru bangsa, reformis, cendekiawan, pemikir, dan pemimpin politik ini menggantikan BJ Habibie sebagai Presiden RI setelah dipilih MPR hasil Pemilu 1999. Dia menjabat Presiden RI dari 20 Oktober 1999 hingga Sidang Istimewa MPR 2001.

KH. Abdurrohman Wahid atau yang lebih akrab kita panggil Gus dur memiliki nama lahir Abdurrahman Addakhil, itulah nama lengkapnya. Secara leksikal, Addakhil berarti “Sang Penakluk”, sebuah nama yang diambil KH Wahid Hasyim, orang tuanya, dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol.

Baca lebih lanjut

PROGRESS 100 HARI PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO

Tradisi program kerja 100 hari presiden terpilih Indonesia baru dikenal semenjak masa Reformasi. Seratus hari atau tiga bulan adalah waktu yang cukup singkat. Tradisi ini memang banyak dinanti oleh masyarakat. Banyak pihak yang ingin mengetahui apa saja langkah yang akan dilakukan presiden terpilih dalam jangka waktu tiga bulan tersebut dan bagaimana hasilnya setelah 100 hari tersebut?

Baca lebih lanjut

MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MENGHADAPI KREATIVITAS ANAK

Penulis : Khumaidi Tohar

Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar-mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Baca lebih lanjut

PENDIDIKAN ATAU PENGAJARAN?

Pendidikan bukanlah sekadar pengajaran. Makin dasar jenjang sekolah, maka makin besar peran pendidikan. Pendidikan menanamkan hasrat ingin tahu, eksploratif, berpikir kreatif, bukan sekedar memori salah dan benar.

Menurut Psikolog Sartono Mukadis, kelalaian pada fase pendidikan dasar akan berdampak pada tingkat perguruan tinggi atau dunia kerja. Pada tingkat SD hingga SMA, siswa mengalami proses pendidikan, meski dengan bobot yang berbeda. Di perguruan tinggi, tak ada lagi pendidikan, hanya pengajaran. Baca lebih lanjut

KONSEP PENDIDIKAN AL-GHOZALI

A.     Riwayat Hidup

Nama lengkap Imam Al-Ghazali adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin At-Tusi Al-Ghazali. Lahir di desa Gazalah, di Tus, sebuah kota di Persia pada tahun 450 H atau 1058 M dari keluarga yang religius. Ayahnya, Muhammad, diluar kesibukannya sebagai seorang pemintal dan pedagang kain wol, selalu meluangkan waktunya untuk menghadiri majelis-majelis pengajian yang diselenggarakan ulama. Al-Ghazali mempunyai seorang saudara laki-laki yang bernama Abu Al-Futuh Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad At-Tusi Al-Ghazali yang dikenal dengan julukan majduddin (wafat pada tahun 520 H). Keduanya kemudian menjadi ulama besar, dengan kecenderungan yang berbeda. Majduddin lebih cenderung pada kegiatan da’wah dibanding Al-Ghazali yang menjadi penulis dan pemikir.

Pendidikan Al-Ghazali di masa kanak-kanak berlangsung di kampung asalnya. Setelah ayahnya wafat, ia dan saudaranya dididik oleh seorang sufi yang mendapat wasiat dari ayahnya untuk mengasuh mereka, Baca lebih lanjut