Anand Krisna Dan Pelecehan Seksual Tujuh Muridnya

Beberapa hari ini media sedang gempar membicarakan Anand Krisna yang sejak tanggal 12 februari kemarin dilaporkan ke Komisi Nasional Perempuan oleh tujuh muridnya atas tuduhan pencabulan. Anand Krisna merupakan tokoh spiritualis lintas agama, nasionalis, humanis, budayawan, dan penulis yang tinggal di Jakarta. Anand yang berusia 53 tahun itu pada 1991 mendirikan Yayasan AA yang berafiliasi dengan PBB sejak 2006. Anand juga pernah diundang sebagai pembicara dalam Earth Dialogue on Water Planet di Brasil pada 2008 dan pada forum Parliament of the World Religions pada 2009.

Detiknews melaporkan bahwa pelecehan Seksual Anand Krishna Terungkap Gara-gara SMS walaupun Anand Krishna belum bisa dikonfirmasi masalah tuduhan Pelecehan Seksual kepada muridnya.

Seperti diberitakan CyberNews sebelumnya bahwa tujuh orang mantan muridnya melaporkan ke Komnas Perlindungan Perempuan karena diperlakukan tidak senonoh tatkala sedang mengikuti proses ritual atau di kalangan muridnya dikenal dengan istilah “Brain Washing” (pencucian otak).

hal senada juga dituliskan oleh news oke zone yang melaporkan bahwa kuasa hukum pelapor, Agung Mattauch mensinyalir Anand menggunakan metode semacam cuci otak sehingga para muridnya mau melakukan apa saja yang diminta, termasuk dicabuli.

Lebih lanjut detik news juga melaporkan bahwa pelecehan seksual Anand Krishna terhadap TR terungkap setelah keluarga TR mencium sejumlah kejanggalan. Ibunda TR, Wijarningsih (49), menemukan SMS berisi rayuan di handphone milik TR. TR juga mogok kuliah.

“Awalnya, murid Pak Anand tidak boleh ada yang tahu nomor handphonenya. Tetapi, saya lihat di SMS anak saya kok ada SMS dari dia. Tulisannya, I Love You, You Are My Angle. Saya jadi curiga terlebih anak saya sejak ikut itu ( Anand Ash ram) tahun 2008 tidak mau kuliah,” papar Wijarningsing, usai mendampingi TR melapor ke Komnas Perempuan, di Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2010).

Menurut Wijarningsih, TR diambil dari rumah oleh 5 orang pengikut Anand Krishna. Saat itu TR cenderung membela yang menjemputnya. “Tetapi di luar rumah ada 40 orang pengikut Anand,” kata dia yang juga bergabung di Anand Asrham sejak tahun 2003 ini.

Wijarningsing mengaku curiga. Pada Juni 2009, ia mengambil TR secara hukum dengan didampingi polisi, pengacara, suami dan kakaknya. TR diambil di tempat kosnya, daerah kampus Binus.

“Pak Anand lagi ke Bali dan anak saya, saya ikutkan hipnoterapi dan September baru ingat kejadiannya Februari hingga April. Saya baru laporkan ini karena anak saya butuh waktu untuk mengingat kejadian itu kembali,” ujarnya.

sebagaimana dilaporkan oleh news.okezone, salah seorang korban pencabulan Anand Krisna, TR, juga mengaku sering mendapatkan jimat dari tokoh spiritualitas lintas agama itu.

“Anand sering memberikan jimat kepada saya berupa patung kecil, gelang, dan kalung. Dia juga sering menciumi dan meraba saya,” paparnya di Jakarta.

TR mengaku mengikuti ajaran Anand Krisna karena diminta orang tuanya. Setiap melakukan konsultasi di kawasan Fatmawati Jakarta Selatan, TR membayar biaya Rp150.000. Atas perlakuan tidak senonoh Anand Krisna.

pada tanggal 15 februari kemarin Cybernews melaporkan guru spiritual Anand membantah tuduhan dugaan pelecehan seksual mantan muridnya.

“Saya tidak punya murid. Saya tidak pernah memberikan inisiasi atau apa. Jadi tidak pernah ada murid,” kata Anand Krishna di tempat khusus latihan yoga, Yogabarn, Desa Masa, Ubud, Gianyar, Bali, kepada VIVAnews dan dua televisi swasta, semalam.”

Menurut pria keturunan India kelahiran Solo ini, semua tuduhan yang ditujukan kepadanya tidak benar.

“Dan tuduhan-tuduhan itu semua tidak benar. Jadi kita sedang mempelajari, dan kita sudah membantah semuanya itu,” kata Anand di sela puluhan warga asing yang sedang berlatih yoga.”

Anand menganggap para pelapor adalah orang-orang tidak senang dengan dia. Mungkin saja, kata Anand, dirinya pernah tanpa sengaja berbuat sesuatu yang menyakiti, mengatakan sesuatu menyakiti hati, atau sejenisnya.

Pada tanggal 18 Februari kemarin antara dan detik.com memberitakan bahwa Jajaran anggota Polres Bogor dan Polsek Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jabar, mendatangi Padepokan Anand Krisna, guru spiritual yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap TR.

“Ini pemeriksaan biasa, sebagai bahan pemeriksaan lanjutan,” ucap Kapolsek Sukaraja, AKP, Agung Raka kepada Antara, Kamis.

Jajaran anggota Polres dan Polsek mendatangi padepokan sekitar Kamis, pukul 17.00 WIB.

Padepokan terletak di Kampung Bojing Onje, RT 03 RW 03, Desa Gunung Geulis, Kecamatan Sukaraya, Kabupaten Bogor.

Anggota Polres dan Polsek mendatangi padepokan hanya untuk memeriksa sekitar padepokan yang biasa dijadikan tempat meditasi dengan para pengikutnya.

Terkait pemeriksaan tersebut, para pengikut Anand Krisna yang terlihat di padepokan bungkam tidak bersedia memberikan keterangan.

Menurut informasi Anand Krina tidak sedang berada di padepokan, namun para pengikut Anand Krisna senantiasa melakukan aktivitas spiritualnya.

Merebaknya isu pelecehan seksual yang dilakukan pemimpin spiritual Anand Krisna membuat sejumlah masyarakat Kampung Bojong Onje yang berada di sekitar Padepokan gerah.

Sejumlah warga juga ikut mendatangi padepokan tersebut, dan meminta para pengikut untuk menghentikan ritual mereka.

“Kami sudah meminta kepada pengikut Anand Krishna agar menghentikan pengajiannya mulai hari ini,” ungkap, Tarmidi, Kepala Badan Pemusyarakatan Desa (BPD) Gunung Geulis.

Ia mengatakan, pengajian yang dilakukan oleh pengikut Anand Krishna telah meresahkan masyarakat.

Pengajian pengikut Anand Krisna dilakukan setiap Kamis malam dan Sabtu malam.

Suara puji-pujian yang dilantunkan oleh para pengikut Anand Krisna terdengar hingga kerumah warga yang berjarak tidak jauh dari padepokan.

Selain itu, alur mudik kendaraan-kendaraan di jalan tersebut tersendat karena parkir kendaraan pengikut Anand Krishna di depan padepokan tersebut, menyebabkan kemacetan.

Warga makin resah, saat pemberitaan media mengenai kasus pelecehan tokoh spiritual tersebut.

“Parkir kedaraan para pengikut membuat macet jalan, suara pujia-pujian yang mereka lantunkan setiap malam Jumat dan malam Minggu bikin resah warga,” timpal Tarmidi.

Tarmidi bersama-sama warga setempat meminta kepada para pengikut Anand Krisna untuk menghentikan pengajiannya dengan alasan warga setempat resah.

“Kami meminta untuk sementara ini pengajiannya dihentikan. Kalau bisa untuk selamanya tidak beroperasi lagi,” tandasnya.

Sumber:

#(detiknews aan/iy)

#(news.okezone.com, koran SI/ful)

#www.antaranews.com

#suaramerdeka.com

#megapolitan.kompas.com

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: