Pesawat Kepresidenan “Hemat Atau Sekedar Gaya”?

Saya baru saja membaca berita dari Kompas.com bahwa pemerintah akan membeli pesawat kepresidenan jenis Boeing 737-800. Program pengadaan pesawat khusus kepresidenan yang kontroversial terus dilanjutkan meski mendapat kritikan dari berbagai pihak. Rencananya pengadaan pesawat tersebut akan dilakukan pada 2011 mendatang.

Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan pesawat kepresidenan intinya untuk penghematan. Karena dia memaparkan kalkulasi untung ruginya. Perincian kasarnya menurut beliau sebagai berikut:

Jika sewa sama Garuda untuk kepentingan President ataupun wapresnya setahun Rp. 180 m. Kalau 5 tahun Rp. 900 m. Kalau beli Boeing 737-800 harganya US$ 85,4 juta ato Rp. 800 m.

Itu kalkulasinya. Jadi dalam 5 th. hemat Rp. 100 m? Apa iya?

Sudi kembali mengatakan, pengadaan pesawat khusus tersebut awalnya adalah usulan dari DPR. Alasannya jika cuma menyewa malah lebih memboroskan anggaran negara.

Pengadaan pesawat jenis Boeing 737-500 itu telah disepakati panitia anggaran DPR pada November 2009. Pemerintah meminta Rp 200 miliar sebagai uang muka pembelian pesawat tersebut. DPR mempersoalkan permintaan anggaran pembelian pesawat karena pemerintah tidak transparan antara lain tidak memberikan perbandingan harga pesawat.

Saya bukan ahli untuk menghitung untung ruginya, cuma ada beberapa yang tidak di-expose mengenai:

  1. Beaya perawatan
  2. Sewa hanggar
  3. Gaji pilot/crew/mechanic/sarana penunjang operationalnya di bandara.
  4. Sparepart/bahwa bakar/ban
  5. Catering
  6. Asuransi.
  7. Kalau keluar negeri “parkir” dilandasan dinegara yang dikunjungi ada biaya.
  8. Bagaimana kalau ada kerusakan. panggil mekanik dari Boeing? Houston?
  9. Nilai setelah sekian tahun akan menyusut, brapa?
  10. Dan lain lain, mungkin ada yang lebih tahu dan bisa menambahkan.

Saya kira kita semua sepakat membeli lebih mudah ketimbang merawat. Kalau memang untuk pengehematan kenapa tidak beli second saja? Memang rencananya begitu. Pembelian pesawat baru itu khusus untuk domestik, rencananya akan menggunakan B737-500 (second) jadi  bukan baru gres kinyis2 dari pabrik, sedang untuk long haul tetap menggunakan sewa dari garuda. Tetapi menurut saya untuk saat ini belum perlu membeli pesawat baru, karena nantinya pesawat tersebut akan diserahkan sepenuhnya untuk dikelola skuadron “kereta kencana” TNI-AU, akan tetapi justru ada pemangkasan ongkos operasional TNI-AU, justru menjadi bumerang nantinya. Untuk keamanan   negara fasilitas TNI-AU dipangkas kok ini malah beli pesawat dan TNI-AU suruh ngelola lagi… apa gak bikin TNI-AU makin “dengap-dengap” anggarannya? So untuk sementara ini lebih baik masih sewa dulu dari Garuda, walau hidden cost membumbung tinggi karena mark up dan bikin Garuda kebat kebit saat high season karena pesawatnya disewa untuk digunakan kepentingan negara.

Ooooo….. jadi rencananya biaya pemeliharaan dan operasionalnya bakal lewat anggaran TNI-AU ya? Lewat anggarannya siapapun tetap juga harus ada alokasi biaya perawatan dan operasional kan, ga cuma biaya untuk belinya doang. Dan untuk itu anggaran TNI-AU pasti akan ditambah. Apa mau bikin TNI-AU tercekik? kalau di hitung-hitung memang biayanya lebih mahal dari pada sewa pesawat ke Garuda. Cuma kalo anggaran pemeliharaannya lewat pos TNI-AU aja jadi ga “kelihatan” ongkosnya pemeliharaannya (kelihatan lebih murah).

Sekarang  jadinya lebih hemat atau cuman kelihatan hemat? yang pasti presiden berikutnyalah yang akan menikmati sebab paling SBY hanya bisa menikamti selama 2 tahun.

    • Santi
    • Februari 20th, 2010

    kalo menurut aku gaya ajah ini……. biar Indonesia tambah gaul….

  1. menurut ku gaya😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: